Tak Sekedar Mengekor, Batam Ciptakan Rekor (Bag.1)

Posted on April 24th, 2009 in Pernak-Pernik by iqbalrois  Tagged , , , ,

 

Ternyata Batam termasuk kota yang rajin membuat rekor. Reko-rekor nasional tersebut tak hanya dibuat oleh pemerintah, tetapi juga oleh pihak swasta. Rekor apa saja? Ini Dia:

1. Landasan Pacu Terpanjang di Asia Tenggara

Bandara Hang Nadim ternyata memiliki landasan pacu yang tak hanya terpanjang di Indonesia, tetapi juga terpanjang di Asia Tenggara. Panjang landasan pacunya adalah 4.025 meter, bandingkan dengan landasan Bandara Soekarno Hatta yang hanya tiga kilometer. Landasan pacu sepanjang ini dijamin bisa menampung pesawat-pesawat berbadan besar semisal Boeing 747.

 

2. Coastarina, Tulisan Terbesar Di Indonesia

Tulisan COASTARINA di Perumaha Coastarina Batam ternyata masuk rekor Museum Rekor Dunia Indonesi(MURI) sebagai tulisan terbesar di Indonesia. Tak hanya itu, tulisan seberat 600 ton tersebut juga secara otomatis menjadi tulisan terberat di dunia, mengalahkan tulisan HOLLYWOOD di Bukit Lee, Amerika Serikat. Wew!

 

3. Pemasangan Lampion Terbanyak

Tahun 2006 lalu, Batam memecahkan rekor MURI dalam pemasangan lampion terbanyak di Indonesia. Jumlah Lampion(tenlong) yang dipasang adalah sebanyak 5.077 buah, dan dipasang sepanjang jalan Nagoya-Batam Center.

 

Menarik bukan?! Rekor-rekor apa lagi yang dipecahkan Batam di kancah nasional? Simak di tulisan ini jilid dua! ^_^

Prestasi Batam di Kancah Nasional

Posted on April 24th, 2009 in Pernak-Pernik by iqbalrois  Tagged , ,

 

Setelah berjam-jam mengubek-ubek data di google, akhirnya saya berhasil mengumpulkan beberapa infromasi tentang prestasi Kota Batam di kancah nasional dalam berbagai bidang. Apa saja? Ini beberapa di antaranya:

1. Adipura 2007 dan 2008

Batam telah dua kali mendapatkan penghargaan adipura sebagai kota terbersih, yaitu pada tahun 2007 dan 2008. Untuk Adipura 2008, Batam menduduki peringkat kedua sebagai kota besar terbersih di Indonesia. Peringkat pertama dipegang oleh Kota Pekanbaru, sedangkan posisi ketiga diraih oleh Kota Padang. Keberhasilan meraih piala Adipura ini merupakan prestasi luar biasa karena sebelum-sebelumnya Batam justru mendapat predikat sebagai kota terkotor.

 

2. Innovative Government Award(IGA) 2008

Bersama tiga kabupaten/kota lain, Batam mendapat pernghargaan IGA 2008. IGA ini diberikan oleh Menteri Dalam Negeri kepada Pemerintah Kota Batam karena tim IGA menilai Pemerintah dan masyarakat Batam berhasil memasarkan dan mempromosikan daerah ini sebagai kota tujuan wisata dan investasi. Tiga Kab/kota lain yang turut mendapat IGA 2008 adalah Karanganyar, Bontang, dan Pangkal Pinang.

 

3. Adi Upaya Puritama 2008 kategori Kota Metropolis

Penganugerahan yang diselenggakan oleh Kementerian Negara Perumahan rakyat(Kemenpera) ini menempatkan Batam sebagai kota terbaik dalam pengembangan perumahan dan permukiman, khususnya rumah hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia. Selain itu, Batam juga meraih Juara II untuk kategori pengelolaan rumah susun (rusun) terbaik di antara 10 kota yang diunggulkan.

 

Semoga prestasi-prestasi ini semakin memotivasi pemerintah kota untuk bekerja lebih giat lagi, memajukan Batam, menyejahterakan masyarakat. Bravo Batam!!!

Camp Vietnam, Wisata Bernilai Sejarah Tinggi

Posted on April 24th, 2009 in Jalan-Jalan by iqbalrois  Tagged , ,

 

Bisa dibilang, camp bekas pengungsi vietnam di Pulau Galang adalah salah satu objek wisata andalan Batam dalam menyambut Visit Batam 2010. Untuk memperbaiki dan merenovasinya saja, pemerintah kota Batam akan menggelontorkan dana sebesar 3 miliar rupiah. Ini dilakukan tentu saja untuk mempercantik camp vietnam demi meningkatkan jumlah pengunjung. Pemerintah sendiri menargetkan Tahun 2010 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Batam mencapai 1,5 juta orang dan 2009 ditargetkan sebesar 1,2 juta wisman

Mengapa Camp Vietnam menjadi menarik?? Jelas, karena memiliki nilai historis yang tinggi. Tahun 1979 ribuan pengungsi asal Vietnam yang melarikan diri dari negaranya yang tengah bergejolak ditampung oleh UNHCR dan Pemerintah Indonesia di Pulau Galang. Di pulau ini mereka dibuatkan camp dengan fasilitas yang lengkap, seperti barak, sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah.

Tahun 1996, ketika hendak dipulangkan kembali ke Vietnam, para pengungsi Vietnam tersebut tak terima. Mereka menenggelamkan kapal-kapal mereka sebagai bentuk protes terhadap rencana pemulangan mereka tersebut. Bisa jadi mereka enggan pulang lantaran telah merasa nyaman tinggal di Pulau galang. Atau mungkin juga karena trauma mendalam akan kekerasan yang mereka alami di negaranya masih membekas di hati mereka. Sayang, apapun yang terjadi mereka tetap dipulangkan.

Kini, camp Vietnam telah ditinggal para penghuninya. Vihara Quan Am Tu, Gereja Katolik Nha Tho Duc Me Vo Nhiem, dan bangunan-bangunan lain kini menjadi saksi bisu bagaimana ribuan pengungsi Vietnam menjalani hidup mereka selama 17 tahun di camp ini.

Buat pengunjung luar Batam, camp bekas pengungsi Vietnam ini terletak di Pulau Galang, sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Batam. Lokasinya tak jauh dari Pantai Wisata Melur. Dan untuk sampai ke Camp ini anda akan melewati rangkaian Jembatan Barelang sebanyak lima buah.

Ingin berwisata yang tak hanya menyenangkan tapi juga menambah wawasan tentang sejarah?? Camp Vietnam tempatnya.

Met jalan-jalan!

Sejarah Indah Wisata Batam

Posted on April 24th, 2009 in Pernak-Pernik by iqbalrois  Tagged , , ,

 

Waktu saya masih SD dulu, tepatnya pertengahan tahun 1990-an, sektor wisata Batam bisa dikata tengah berada di masa jayanya. Kampung tempat saya tinggal kala itu, Batu Besar, merupakan salah satu tujuan utama para turis asing. Setiap hari bis-bis besar yang mengangkut turis asing dari Korea, Jepang, Malaysia dan Singapura hilir mudik menyambangi kampong kami.

Kebetulan Batu Besar saat itu memang memiliki objek-objek wisata yang menarik. Para wisatawan asing kerap mengunjungi desa wisata Kampung Melayu. Di sini mereka bisa menyaksikan rumah-rumah adat khas melayu dengan para penghuninya, masyarakat melayu yang hidup dengan budaya melayunya yang kental. Selain itu, ada juga atraksi seni Kuda Lumping, dan mungkin inilah yang menjadi kegemaran para turis. Menyaksikan secara langsung para penari memakan pecahan kaca dan membuka sabut kelapa dengan gigi tentulah pengalaman yang menakjubkan.

Dan ketika para turis mancanegara tersebut didera lapar, tak perlu khawatir, karena di sepanjang pantai Batu Besar banyak terdapat restoran-restoran berkualitas yang menyediakan menu aneka masakan seafood. Ikan, kepiting, cumi dan gonggong segar tinggal dipilih dan akan dimasakkan sesuai selera. Dahsyat!!

Sayang, masa jaya tersebut tak berlangsung lama. Ketika badai krisis moneter menerjang dunia dan juga Indonesia pada tahun 1998, denyut kehidupan wisata di Batu Besar seolah terhenti. Desa Wisata kehilangan peminat, Atraksi Kuda Lumping sepi pengunjung, restoran pinggir pantai pun gulung tikar.

Perlahan tapi pasti denyut kehidupan wisata itu kembali berdenyut. Dan menyambut momentum Visit Batam 2010 ini, saya yakin wisata Batu besar akan kembali berdetak kencang. Apalagi kini potensi wisata pantainya telah dikelola secara professional. Batam bisa!!!

Wisata Pantai Tanjung Bemban

Posted on April 24th, 2009 in Jalan-Jalan by iqbalrois  Tagged , , ,

 

Batu Besar Batam ternyata memiliki potensi wisata pantai yang oke punya. Di kelurahan yang menjadi bagian dari Kecamatan Nongsa ini terdapat banyak pantai-pantai indah yang patut dikunjungi. Salah satunya adalah Pantai Tanjung Bemban. Seperti apa Pantainya? Yuk Kita kulik!

 

Pantai Tanjung Bemban terletak di pesisir utara Kelurahan Batu Besar. Pantai Tanjung Bemban ini adalah satu dari tiga pantai yang dikembangkan oleh Pemkot untuk mempromosikan Visit Batam 2010. Dua Pantai lainnya adalah Pantai Melur dan Pantai Teluk Mata Ikan. Salah seorang Anggota legistlatif DPRD Kota Batam pun tinggal di sini, yaitu Bapak Raja Abdul Gani.

Di Pantai Tanjung Bemban Anda bisa menikmati semilir angin pantai sembari menikmati kelapa muda. Saat air laut pasang, Anda pun bisa berenang di lautnya yang jernih. Jika terasa lapar, silakan mampir ke restoran pinggir pantai yang menyediakan aneka masakan seafood. Ikan, cumi, udang, gonggong, semuanya dijamin segar.

 

Nun jauh di lepas pantai anda akan melihat kapal-kapal besar dan kecil melintas. Biasanya adalah kapal-kapal tanker atau ferry jurusan Tanjung Pinang-Singapura/Malaysia. Sekitar satu kilometer di lepas pantai terdapat karang besar yang diberi nama Batu Besar. Konon dari sinilah nama Batu besar berasal. Dari Pantai tanjung Bemban kita juga bisa melihat Pulau Bintan dan sebagian dataran Malaysia.

 

Satu lagi, di Pantai Tanjung Bemban ini terdapat batu yang berbentuk unik. Jika dilihat dari sudut tertentu, bentuk batu di bibir pantai ini menyerupai alat kelamin wanita. Oleh masyarakat setempat, batu ini dijuluki Batu Pencarut. Penasaran?? Silakan datang sendiri…

Pantai ini ramai dikunjungi oleh warga Batam, terutama saat akhir pekan. Akhir Maret lalu, komunitas Cycling Club Batam juga melakukan tur ke Pantai ini. Foto-foto jepretan mereka saya posting di sini. Minta izinnya mas! ^_^

 

Untuk menuju Pantai Tanjung Bemban, anda bisa naik Metro Trans jurusan Jodoh-Nongsa. Ongkosnya sekitar 8000 rupiah. Berhentilah di  Simpang Batu besar, kemudian dilanjutkan dengan naik ojek ke Pantai Tanjung Bemban dengan membayar beberapa ribu rupiah saja.

 

Met Jalan-Jalan!

 

Foto-foto: sepedakusepedaan.blogspot.com