Fakta Unik Seputar Transportasi di Batam

Posted on April 23rd, 2009 in Jalan-Jalan by iqbalrois  Tagged ,

 

Sekedar informasi buat Anda yang ingin berkunjung ke Batam, berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya selama tinggal di Batam, setidaknya ada dua hal yang unik berkaitan dengan sarana transportasi di Batam.

 

1. Taxi di batam rata-rata tidak menerapkan sistem harga berdasarkan argometer. Jadi harga yang akan kita bayar adalah hasil tawar menawar dengan supir sebelum naik. Dan jangan pernah marah atau sewot jika setelah anda naik, ternyata Pak Sopir masih mempersilahkan penumpang lain dengan tujuan yang sama untuk naik. Kok aneh banget taxinya??? Ya begitulah, taxi di Batam benar-benar berasa angkot, kecuali anda mengatakan satu kata ke pak sopir; CARTER.

 

2. Rata-rata Orang Batam tak terlalu hapal nama jalan, termasuk juga para supir taxi dan angkotnya(metro trans). Jadi jika anda hendak ke suatu tempat menggunakan taxi, lebih baik menyebut nama tempatnya langsung dari pada sekedar menyebut nama jalan. Misalnya anda hendak ke plasa telkom di Pelita Batam, lebih baik Anda bilang langsung ke supirnya “Plasa Telkom, Bang!”, daripada bilang “Jalan Teuku Umar, Bang!” . Bisa-bisa si abang supir malah mengernyitkan jidat. ^_^

 

Udah ngerti kan?? Yuuuk… muter-muter Batam…

Teh Obeng, Es Teh Rasa Batam

Posted on April 23rd, 2009 in Pernak-Pernik by iqbalrois

 

Jika suatu saat Anda yang dari luar kota berkunjung ke Batam, maka Anda akan menemukan satu jenis minuman baru di daftar menu rumah makan. Minuman itu bernama Teh Obeng. Teh Obeng?? Iya. Jangan buru-buru mengait-ngaitkan minuman ini dengan perkakas elektronik obeng karena keduanya memang tak ada hubungan sama sekali.

 

Teh obeng tak lain tak bukan adalah es teh manis. Persis! Tak ada bedanya. Lantas bagaimana ceritanya sampai namanya bisa menjadi teh obeng??

 

Berdasarkan informasi yang saya dapat dari Acara Wisata Kuliner-nya Pak Bondan Winarno, kata Obeng berasal dari bahasa cina O Peng. Tampaknya dalam penggunaan istilah Teh Obeng ini Batam terpengaruh kuat oleh tetangga dekatnya, Singapura dan Malaysia. Di Malaysia dan Singapura, yang dimaksud dengan minuman “tea” adalah teh yang dicampur dengan susu. Sementara kalau ingin minuman teh tanpa campuran susu, maka mereka menyebutnya “tea O”. O maksudnya kosong(teh kosongan maksudnya…). Nah, kalau pengen minum teh yang dikasih es alias es teh, maka mereka menyebutnya teh O Peng. Peng dalam bahasa cina berarti es. Istilah Teh O Peng inilah yang kemudian di Batam berubah bunyi menjadi teh Obeng.

 

So, jika anda kehausan saat jalan-jalan kelliling kota Batam, jangan sungkan-sungkan untuk memesan Teh Obeng di Rumah Makan atau restoran terdekat. Dijamin menyegarkan! Brrrrrr….. ^_^

Masjid Raya Batam, Oase Di Tengah Kota

Posted on April 23rd, 2009 in Jalan-Jalan by iqbalrois  Tagged ,

 

Dibandingkan dengan masjid raya atau masjid agung kota-kota besar lain di Indonesia, Masjid Raya Batam bisa jadi adalah salah satu yang termuda. Seandainya pun ada masjid raya yang berumur lebih muda, biasanya adalah masjid raya pindahan atau hasil renovasi. Jika Masjid Raya Al Mashun Medan sudah berusia 103 tahun, dan Masjid Raya Pekanbaru sudah berumur tak kurang dari 247 tahun, maka Masjid Raya Batam(MRB) baru berusia tak lebih dari 10 tahun.

Masjid Raya Batam mulai dibangun pada tahun 1999. Rancangan desainnya dibuat oleh Ir. Achmad Noe’man, seorang arsitek terkemuka Indonesia yang juga merancang masjid Salman ITB. Komplek MRB berdiri di atas lahan seluas 75.000 meter persegi, dan dengan demikian menjadikan MRB sebagai masjid terluas dan terbesar di Batam.

MRB bisa menampung 3500 jamaah. Namun jika masjid penuh, maka halaman dan bagian luar masjid pun bisa digunakan untuk menampung jamaah dengan kapasitas sampai 15.000 jamaah. Wow!

Satu yang unik dari MRB adalah bentuk atapnya yang tidak berupa kubah sebagaimana lazimnya atap masjid, melainkan berbentuk limas segi empat. Bentuk kubah inilah yang menjadi keunikan utama dan mengilhami bentuk-bentuk ornamen, kaligrafi, desain dan hiasan di dalam masjid.

Mesjid Raya Batam yang terletak di tengah kota, berdekatan dengan alun-alun, kantor walikota dan gedung DPRD seolah menjadi simbol masyarakat Batam yang agamis. Keberadaan masjid ini juga diharapkan dapat menjadi oase di tengah hiruk pikuk kehidupan modern masyarakat Batam.

 

 

Foto-foto: Rueltafalla.multiply.com dan sumber-sumber lain

Lokasi-Lokasi Hotspot Internet di Kota Batam

Posted on April 23rd, 2009 in Jalan-Jalan by iqbalrois  Tagged , , ,
 

       Tak ubahnya seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia, hotspot internet sudah bertebaran di segala penjuru Kota Batam. Area berinternet tanpa kabel ini dapat dinikmati dengan sepenuhnya gratis maupun gratis bersyarat.. Dan tahukah kamu, berdasarkan data tahun 2008 hotspot internet di Kepulauan Riau adalah yang terbanyak se-Sumatra, dan 90 % hotspot di Kepri adalah di Batam.
       Sampai dengan Februari 2009, di Batam sudah terdapat 350 titik hotspot (humasbatam.com). Jadi buat anda yang punya laptop atau ponsel berfasilitas wifi, tak perlulah takut akan putus hubungan dengaan dunia maya saat sedang ‘pusing-pusing’ Kota Batam.
       Lantas di mana saja fasilitas free wifi tersebut tersedia? Berikut daftar tempat-tempat yang menyediakan gratis internet hotspot yang saya kumpulkan dari berbagai sumber:

      1. Taman Internet di Alun-Alun Engku Putri
Di alun-alun Kota Batam ini tersedia tiga saung atau shelter yang bisa digunakan untuk berselancar maya dengan nyaman. Anda tak perlu khawatir kehabisan baterai jika sedang berinternet dengan laptop di sini karena ada tersedia banyak colokan listrik. Listrik gratis, internetnya juga gratis!

        2. Taman Internet Tiban Center
Serupa dengan Taman Internet Engku Putri, Taman Internet Tiban Center ini juga adalah fasilitas yang disediakan Pemerintah Kota Batam bekerjasama dengan PT. Telkom Rikep. Jadi buat anda yang tinggal di sekitar Tiban dan Sekupang tak perlu jauh-jauh sampai ke Engku Putri untuk menikmati layanan internet gratis.
        3. Mega Mall Batam Center
Konon inilah the most hot spotter mall di Batam. Banyaknya tenant-tenant yang menyediakan layanan hotspot membuat mall ini dipenuhi frekuensi wifi. Beberapa hotspot di Mega Mall misalnya di Café Bistro Godiva, Café J.Co, Café Excelso dan lain-lain. Bahkan Matahari Dept. Store yang notabene tempat belanja pun menyediakan layanan free wifi. Sebenarnya nyaris semua mall dan tempat makan/nongkrong di Batam sudah menyediakan layanan hotspot internet, berikut beberapa diantaranya;
Café CoolJuz! BCS Mall
Café Godiva BCS Mall
Yellow River resto BCS Mall
Café Godiva Nagoya Hill
Fontain Ice Cream Nagoya Hill
Van Hollano Café
Mok’s Toast café Nagoya
ICBIC Café Pelita
Plasa Top 100 penuin
Café Olala terminal ferry Batam Center
Kafe Kaje Batam Center
Starnet Café
Dll
        4. Tempat-Tempat Fasilitas Umum
Banyak sekali tempat-tempat fasilitas umum di Batam yang menyediakan layanan free hotspot, mulai dari sekolah, kampus, kantor kecamatan, rumah sakit, sampai tempat ibadah. Berikut beberapa diantaranya:
SMA N 3 Batam
Kantor Kecamatan Sagulung
Kantor Kecamatan Batam Kota
Rumah Sakit Awal Bross
Pusat Informasi Haji (PIH)
Masjid Raya Batam
Universitas Batam(Uniba)
UMRAH Batam
Universitas Putra Batam
Universitas Internasional Batam(UIB)
Dll
Semakin banyak hotspot internet di Batam, akan semakin mempermudah kita(para internet user) dalam mengakses internet kapan pun dan di mana pun kita berada. Dan semoga banyaknya fasilitas hotspot ini, akan semakin mempercepat terwujudnya Batam Digital Island. Selamat berinternet ria! ^_^

Jembatan Barelang, Ikon Kota di pinggir Kota

Posted on April 23rd, 2009 in Jalan-Jalan by iqbalrois  Tagged ,
   

Entah ini cuma perasaan saya atau tidak, tapi menurut saya belum berkunjung ke Batam namanya kalau belum ke Jembatan Barelang. Ini kurang lebih serupa dengan pernyataan ‘belum ke Palembang kalau belum ke Jembatan Ampera’ atau ‘belum ke Semarang kalau belum ke Lawang Sewu’.
Setiap kota biasanya memang punya satu bentuk bangunan yang dijadikan ikon kota. Bentuk bangunan itu bisa berupa gedung, menara, jembatan, tugu atau monumen. Dan di Kota Batam, Jembatan Barelang secara aklamasi telah dijadikan sebagai ikon kota. Buktinya gambar jembatan ini masuk ke dalam logo Kota Batam dan juga logo Visit Batam 2010. Meskipun dijadikan Ikon Kota, bukan berarti letaknya berada di tengah kota. Letaknya justru agak di pinggiran kota, sekitar 20 kilometer dari pusat kota Batam Center.

Jembatan Barelang merujuk pada rangkaian enam jembatan yang menghubungkan tiga pulau besar; Batam, Rempang dan Galang yang disingkat Barelang. Tapi kalau orang Batam mengajak berkunjung ke Jembatan Barelang, itu berarti yang dimaksud adalah jembatan pertama atau jembatan satu.
Jembatan  satu memang yang paling megah dibanding lima jembatan yang lain. Dengan panjang 642 meter dan tinggi yang menjulang lebih dari 100 meter membuat jembatan ini selalu tampak megah dilihat dari sisi manapun. Dari atas jembatan ini kita bisa melihat hamparan pulau-pulau kecil yang bertebaran di sekitar pulau Batam ibarat segantang lada yang tertumpah kemudian berserakan. Air lautnya pun bergradasi warna, dari hijau, biru muda kemudian biru tua. Cantik sekali!

Jembatan satu ini resminya bernama Jembatan Tengku Raja Haji Fisabilillah, menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau tonton. Sementara Pulau Tonton dihubungkan dengan Pulau Nipah oleh Jembatan Narasinga(jembatan dua). Pulau Nipah terhubung dengan Pulau Setokok oleh Jembatan raja Ali Haji. Jembatan keempat, yakni Jembatan Sultan Zainal Abidin, menghubungkan Pulau Setokok dengan Pulau rempang. Dua jembatan terakhir, yaitu Jembatan Tuanku Tambusai dan Jembatan Raja Kecik masing-masing menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang, dan Pulau galang dengan Pulau Galang Baru. Kok Nama jembatannya nama orang semua?? Yup! Nama-nama jembatan Barelang ini memang diambil dari nama para pahlawan dan raja-raja melayu.
Di akhir pekan, Jembatan Barelang-terutama jembatan satu, selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal yang tak lain adalah masyarakat Batam sendiri. Ya, sekedar berfoto-foto sembari menghirup aroma laut yang sejuk. Tak sedikit pula yang sampai menggelar tikar segala supaya bisa leluasa bercengkerama bersama keluarga di Jembatan termegah di Kepri ini. 

Jika suatu saat anda berkunjung ke Batam, jangan lupa untuk mampir ke Jembatan Barelang. Datanglah menjelang magrib supaya anda bisa menikmati sunset yang keren dari atas Jembatan. Lebih asyik lagi jika ditemani pasangan terkasih dan sembari menimati udang goreng nan lezat yang banyak dijual di sekitar jembatan. Met jalan-jalan! ^_^
Foto-foto: rueltafalla.multiply.com dan sumber-sumber lain.

Tanjung Pinggir Batam, “Pinggir”nya Indonesia

Posted on April 23rd, 2009 in Jalan-Jalan by iqbalrois  Tagged ,
Pengen jalan-jalan ke pantai wisata yang cantik tapi tidak suka suasana hiruk pikuk? Maka jalan-jalanlah pada hari kerja. Itulah yang kulakukan dengan teman-temanku pada hari senin yang lalu (6/10/2008).

Aku, Candra, Rahim dan Iwan mengunjungi pantai wisata Tanjung Pinggir di Sekupang Batam. Dengan mengendarai dua buah sepeda motor kami meluncur dari kawasan Batam Center menuju Pantai Tanjung Pinggir yang jaraknya tak kurang dari 30 kilometer.

Perjalanan panjang itu ternyata tak berlangsung lancar. Menjelang Simpang Kabil kami dihadang hujan. Kami pun berhenti di gerbang Plamo Garden yang tak diguyur hujan. Dan nun satu kilometer di depan kami, tepatnya di Bukit Indah Sukajadi, hujan turun dengan derasnya. Baru kali ini aku menyaksikan hujan local secara jelas. Seandainya tadi kami nekad jalan terus bisa dipastikan kami telah basah kuyup.

Setelah hampir 15 menit menunggu, hujan di depan tampak mulai reda. Kami lantas kembali melanjutkan perjalanan. Tapi ternyata hujan reda itu hanya fatamorgana. Hujan ternyata masih lumayan deras. Ujung-ujungnya kami basah juga.

Karena sudah kadung basah dan perjalanan masih panjang, kami putuskan untuk menerobos hujan. Satu kilometer pertama, jaket dan celana jeans basah. Dua kilometer, baju kaos dan celana pendek basah. Tiga kilometer, singlet dan celana dalam basah. Dingin menggigit, wajah tertusuk-tusuk tetesan hujan. Sakit, tapi masih lebih sakit cinta dikhianati(???).
Menuju ke Tanjung Pinggir kami harus melewati salah satu dam paling keren di Batam, yaitu Dam Sungai Ladi. Di Dam Sungai Ladi kami berhenti, sekedar berfoto-foto ria. Anda tahu kan dam itu apa? Iya, dam adalah semacam waduk atau bendungan. Dam-dam di Batam ini digunakan untuk menampung cadangan air minum untuk warga Kota Batam. Konon Dam Sungai Ladi paling adalah yang paling indah pemandangannya dibanding dam-dam lain di kota Batam. Dan kononnya lagi, Dam Sungai Ladi pula yang paling banyak ”penunggu”nya. Selain Dam Sungai Ladi, dam-dam lain di Kota Batam adalah Dam Muka Kuning, Dam Nongsa, dan Dam Duriangkang. Dam yang disebut terakhir adalah yang terluas dan dulunya merupakan teluk yang dibendung. Heran juga kenapa airnya nggak asin padahal dulunya laut…

Perjalanan kami lanjutkan kembali. Melewati daerah Tiban, Sungai Harapan dan Sekupang. Memasuki kawasan Tanjung Pinggir, jalan mulai menanjak dan berkelok-kelok. Setelah melewati stasiun Batam FM dan KTM Resort, sampailah kami di pantai Tanjung Pinggir.

Pantainya bagus sekali, berpasir kuning bersih. Di teras pantai terhampar padang rumput yang cocok untuk duduk-duduk sambil makan bersama keluarga besar. Dan karena hari itu hari senin, maka pengunjung pantai tidak terlalu ramai, malah cenderung sepi. Tapi justru suasana pantai yang seperti ini yang aku suka. Aku tak suka pantai yang terlalu ramai seperti pantai Ancol di hari lebaran atau Pantai Nongsa di hari libur.

Pantai Tanjung Pinggir tak terlalu panjang, paling banter hanya satu kilometer. Di ujung kiri dan kanan, pantai dibatasi oleh semenanjung kecil yang berbatu-batu. Cocok untuk tempat memancing. Dan yang paling istimewa, beberapa kilometer di lepas pantai, nun di garis horison, negara Singapura tegak dengan angkuhnya. Gedung-gedung jangkung di negara kota itu jelas terlihat. Seandainya cuaca sedikit lebih cerah kami pasti bisa menghitung jumlah lantai gedung-gedungnya.

O iya, untuk masuk ke kawasan pantai ini kita dikenakan biaya masuk Rp.5000,- per motor oleh pengelola. Atau kalau naik mobil, maka akan dihitung Rp.2500,- per kepala. Bisa juga lita masuk ke kawasan pantai ini lewat jalan kelinci yang tidak perlu bayar, tapi keamanan kendaraan anda siapa yang menjamin?

Di pantai, kita berempat berenang. Semua gaya renang kami coba. Mulai dari gaya dada, gaya punggung, gaya kupu-kupu, gaya katak, sampai gaya batu ^_^. Pesawat-pesawat dari berbagai penjuru dunia terbang rendah di atas kepala kami, bersiap-siap mendarat di Bandara Changi Singapura. Ya, Singapura memang begitu dekat. Seandainya kami hanyut saat berenang, bisa diprediksi jenazah kami akan ditemukan besok terdampar di pantai Singapura.

Sayang kedekatan secara geografis itu belum bicara banyak. Kesejahteraan dan kemajuan pembangunan di kedua pulau(Batam dan Singapura) masih terpaut jauh. Saat singapura menggelar Grand Prix Formula 1 september 2008 yang lalu dimana puluhan ribu wisatawan mancanegara dipastikan mengunjungi negara kota itu, Batam sama sekali tak kecipratan berkah dari turis yang bejibun itu. Sayang sekali…

Puas berenang, kami meninggalkan pantai Tanjung Pinggir menuju Tanjung Uma. Setelah sempat salah jalan dan melewati jalan tanah yang ribetnya seperti arena motorcross, akhirnya kami sampai di bukit Tanjung Uma. Dari ketinggian bukit ini kami bisa melihat kawasan Jodoh, Nagoya, Baloi, Tiban dan (lagi-lagi) Singapura. Bukit ini cocok buat foto-foto narsis atau nongkrong bersama pasangan terkasih. Jika suatu saat anda ke Batam jangan lupa mampir ke bukit ini ya. Letaknya tak terlalu jauh dari DC Mall.

Tak terlalu lama di bukit Tanjung Uma, kita meluncur ke Mall Nagoya Hill. Malu juga rasanya masuk ke mall megah ini setelah berenang di pantai tanpa bilas dengan air tawar. Di Mall kita muter-muter mencari toko yang menjual Casio fx4500. Apa itu? Casio fx4500 adalah kalkulator. Tapi ternyata dia bukan sembarang kalkulator. Mencarinya susah bukan main, susah minta ampun(dinyanyiin kayak Mulan Jameela). Hampir semua pusat perbelanjaan di seputaran Jodoh dan Nagoya kami sambangi, mulai dari Nagoya Hill Mall, Lucky Plaza, Centre Point, DC Mall, Samarinda, Robinson, Plaza Avava, dan Top 100 jodoh, tapi sosok Casio fx4500 belum juga terlihat.

Akhirnya Casio fx4500 terlihat penampakannya di Gramedia BCS Mall. Harganya pun gila-gilaan; Rp.560.000,-. Duit segitu mah sudah bisa beli hape baru Sony Erricsson K220i, lengkap dengan fitur kamera VGA dan Radio. Tapi ya begitulah, kebutuhan tiap orang kan berbeda-beda.